Syarat, Prosedur & Biaya Pembuatan Paspor

Diambil dari http://www.imigrasi.go.id/index.php/layanan-publik/paspor-biasa

DAFTAR ISI:
UMUM
PERSYARATAN
PROSEDUR
BIAYA

 

UMUM

  1. Paspor biasa terdiri atas:
    1. Paspor biasa elektronik; dan
    2. Paspor biasa nonelektronik.
  2. Paspor sebagaimana dimaksud pada point 1 diterbitkan dengan
    menggunakan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian.


PERSYARATAN

  1. Bagi warga negara Indonesia yang berdomisili atau berada di
    Wilayah Indonesia, mengisi formulir dan melampirkan persyaratan:

    1. Kartu tanda penduduk yang sah dan masih
      berlaku atau resi permohonan kartu tanda penduduk;
    2. Kartu keluarga;
    3. Akta kelahiran, akta perkawinan atau
      buku nikah, ijazah, atau surat baptis;
    4. Surat izin dari instansi yang berwenang
      bagi yang akan bekerja di luar negeri;
    5. Surat pewarganegaraan Indonesia bagi
      Orang Asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui
      pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih
      kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
    6. Surat penetapan ganti namadari pejabat
      yang berwenang bagi yang telah mengganti nama.
  2. Bagi warga negara Indonesia yang berdomisili di luar
    Wilayah Indonesia, mengisi formulir dan melampirkan persyaratan:

    1. Kartu penduduk negara setempat, bukti,
      petunjuk, atau keterangan yang menunjukkan bahwa pemohon bertempat
      tinggal di negara tersebut; dan
    2. Paspor lama.
  3. Persyaratan Penggantian Paspor Biasa Karena Hilang atau
    Rusak :

    1. Melampirkan surat keterangan kehilangan
      paspor dari Kepolisian setempat bagi yang paspornya hilang;
    2. Melapor ke Seksi Pengawasan dan
      Penindakan Keimigrasian untuk memberikan keterangan tentang kerusakan
      atau kehilangan paspor yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan
      (BAP);
    3. Berkas yang bersangkutan diteruskan ke
      Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan
      keputusan;
    4. Keputusan Kepala Kantor Wilayah
      Kementerian Hukum dan HAM dapat berupa persetujuan atau penolakan atau
      penundaan;
    5. Apabila permohonan penggantian
      disetujui, persyaratan dan proses penyelesaian dapat dilaksanakan
      seperti permohonan paspor baru.
  4. Persyaratan Penggantian Paspor Biasa Karena Habis Masa
    Berlaku atau Karena Halaman Paspor Penuh, bagi Paspor Biasa yang
    diterbitkan sejak bulan September 2008, melampirkan:

    1. Paspor Biasa;
    2. Kartu tanda penduduk yang sah dan masih
      berlaku atau resi permohonan kartu tanda penduduk; dan
    3. kartu keluarga.


PROSEDUR

  1. Bagi warga negara Indonesia yang berdomisili atau berada di
    Wilayah Indonesia, permohonan Paspor biasa diajukan kepada Kepala
    Kantor Imigrasi;
  2. Bagi warga negara Indonesia yang berdomisili di luar
    Wilayah Indonesia, permohonan Paspor biasa diajukan kepada Pejabat
    Imigrasi yang ditunjuk melalui Kepala Perwakilan Republik Indonesia;
  3. Penerbitan Paspor biasa di Kantor Imigrasi dilakukan
    melalui tahapan:

    1. Pemohon atau yang diberi kuasa mengisi
      formulir sesuai dengan kolom yang ditentukan. Dalam hal permohonan
      diajukan melalui website, yang selanjutnya disebut pra permohonan,
      pemohon atau yang diberi kuasa wajib mengisi formulir elektronik dan
      memindai persyaratan.
    2. Selanjutnya permohonan paspor diajukan
      kepada petugas loket pada Kantor Imigrasi oleh pemohon atau yang diberi
      kuasa disertai persyaratan yang telah ditentukan. Dalam hal permohonan
      diajukan melalui website, pemohon atau yang diberi kuasa wajib
      menyerahkan tanda bukti pra permohonan.
    3. Petugas loket memeriksa kebenaran
      persyaratan asli yang dibawa oleh pemohon atau yang diberi kuasa dan
      selanjutnya melakukan pemindaian dokumen, memeriksa hasil pemindaian
      serta memeriksa daftar pencegahan.
    4. Petugas loket menolak permohonan dan
      memberikan bukti penolakan, apabila ditemukan rincian biodata pemohon
      sama dengan daftar pencegahan.
    5. Petugas loket memberikan tanda terima
      kepada pemohon yang telah memenuhi persayaratan dan namanya tidak
      tercantum dalam daftar pencegahan.
    6. Pada hari yang ditentukan, pemohon
      menuju ke loket Bendahara Penerima untuk melakukan proses pembayaran.
    7. Bendahara penerima setelah menerima
      pembayaran, memasukkan nomor perforasi paspor dan mencetak serta
      memberikan tanda terima pembayaran kepada pemohon.
    8. Selanjutnya pemohon menunggu panggilan
      untuk proses pengambilan foto wajah dan sidik jari sesuai nomor antrian
      yang tertera dalam slip antrian. Mesin antrian akan memanggil secara
      otomatis dan menampilkan nomor antrian pada layar monitor.
    9. Pemohon wajib datang pada saat
      pengambilan foto wajah dan sidik jari. Petugas Imigrasi melakukan
      pengambilan foto wajah dan sidik jari terhadap pemohon sesuai dengan
      nomor antrian.
    10. Setelah proses pengambilan foto dan
      sidik jari, pemohon menunggu panggilan lagi untuk proses wawancara.
    11. Pemohon wajib datang dengan menunjukkan
      dokumen asli sebagai persyaratan pada saat proses wawancara.
    12. Petugas wawancara melakukan penelitian
      tentang kelengkapan dokumen persyaratan asli, mencetak biodata pemohon,
      dan selanjutnya pemohon menandatangani hasil pencetakan dan blangko
      paspor.
    13. Petugas wawancara dapat menangguhkan
      proses selanjutnya apabila pada hasil penelitian ditemukan kecurigaan
      tentang identitas dan jati diri pemohon untuk dilakukan penelitian
      lebih lanjut dan apabila hasil penelitian lanjutan terbukti adanya
      pelanggaran keimigrasian maka permohonannya dapat ditolak.
    14. Setelah proses wawancara selesai dan
      dinyatakan memenuhi persyaratan, pemohon dipersilahkan kembali lagi
      untuk mengambil paspor dalam waktu yang telah ditentukan, selanjutnya
      berkas permohonan diteruskan kepada petugas pencetakan.
    15. Petugas Imigrasi, melakukan pencetakan
      halaman biodata pemohon dan halaman catatan resmi /official notes serta
      halaman pengesahan / endorsements (jika diperlukan) dan melakukan
      laminasi blangko paspor dan selanjutnya melakukan uji kualitas
      pencetakan dan laminasi. Jika ditemukan cacat produksi maka dilakukan
      penggantian blangko paspor tanpa dikenakan tarif.
    16. Kepala Bidang / Kepala Seksi yang
      berwenang membubuhkan paraf pada paspor dan selanjutnya Kepala Kantor
      Imigrasi menandatangani paspor dan menyerahkan kembali kepada Petugas
      Imigrasi untuk dilakukan peneraan cap dinas dan pemindaian halaman
      tanda tangan Kepala Kantor.
    17. Petugas Loket menyerahkan paspor kepada
      pemohon atau yang diberi kuasa dan pemohon atau yang diberi kuasa
      menandatangani tanda bukti penerimaan paspor pada kolom penerimaan.
    18. Waktu penyelesaian permohonan paspor
      paling lama 4 (empat) hari kerja setelah proses wawancara.
    19. Waktu penyelesaian permohonan paspor
      sebagaimana tersebut diatas tidak berlaku bagi paspor yang rusak,
      hilang atau duplikasi.


MASA BERLAKU & BIAYA

  1. Masa Berlaku :
    1. Masa berlaku Paspor biasa paling lama5 (lima) tahun
      sejak tanggal diterbitkan.
    2. Masa berlaku Paspor biasa yang diterbitkan bagi anak
      berkewarganegaraan ganda tidak boleh melebihi batas usia anak tersebut
      untuk menyatakan memilih kewarganegaraannnya.
    3. Batas usia anak sebagaimana dimaksud pada point 2
      ditentukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  2. Biaya :
    1. Paspor biasa 48 halaman Rp. 200.000,-
    2. Paspor biasa elektronis (e-passport) 48 halaman Rp.
      600.000,-
    3. Paspor biasa 24 halaman Rp. 50.000,-
    4. Paspor biasa elektronis (e-passport) 24 halaman Rp.
      350.000,-
    5. Paspor biasa 24 halaman pengganti yang hilang/rusak dan
      masih berlaku yang disebabkan karena kelalaian Rp. 100.000,-
    6. Paspor biasa elektronis (e-passport) 24 halaman
      pengganti yang hilang/rusak dan masih berlaku yang disebabkan karena
      kelalaian Rp. 400.000,-
    7. Paspor biasa 48 halaman pengganti yang hilang/rusak dan
      masih berlaku yang disebabkan karena kelalaian Rp. 400.000,-
    8. Paspor biasa elektronis (e-passport) 48 halaman
      pengganti yang hilang/rusak dan masih berlaku yang disebabkan karena
      kelalaian Rp. 800.000,-
    9. Jasa Penggunaan Teknologi Sistem Penerbitan Paspor
      berbasis Biometrik Rp. 55.000-,
This entry was posted in Traveling and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Syarat, Prosedur & Biaya Pembuatan Paspor

  1. Pak Sigit, saya msh bingung antara perbedaan paspor dan visa. Bisa dijelaskan apa perbedaannya? Terimakasih

    • spurnomo says:

      Penjelasan sederhana saja ya Mas Bagus.
      Paspor = KTP / Kartu Identitas Internasional (semua negara bentuknya sama)
      Visa = Izin masuk ke sebuah negara. Untuk negara-negara yang punya perjanjian tertentu dgn Indonesia, kita bisa masuk tanpa harus mengajukan Visa terlebih dahulu. Jadi kita cukup memiliki paspor untuk bisa memasuki negara tersebut, misal Singapura dll. Walaupun dengan memiliki paspor dan visa belum tentu kita bisa memasuki negara tujuan juga, karena akan diputuskan oleh petugas imigrasi pada saat kita melewati perbatasan negara tersebut.

      Insya Allah setelah ini saya bikin artikel tentang negara-negara bebas Visa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>